Selasa, 17 November 2020

 Film Jakarta magrib 



Siapa bilang film bagus itu hanya yang ditayangkan di bioskop besar? Coba deh sekali-kali tengok tempat-tempat pemutaran film lainnya seperti di Kineforum TIM, Salihara, Goethe House, CCF Salemba, atau di kedutaan-kedutaan besar negara lain yang ada di Indonesia.

    Salah satu film Indie yang baru saya tonton beberapa waktu lalu di kineforum TIM adalah Jakarta Maghrib (Jakarta Twilight), yang di sutradarai Salman Aristo. Salman Aristo ini, juga penulis film Box Office Indonesia diantaranya yaitu Laskar Pelangi dan Ayat-Ayat Cinta. Film berdurasi 75 menit ini, terdiri dari 6 cerita pendek yang pada akhirnya ke-6 tokoh di masing-masing cerita ini akan dipertemukan di akhir film. Jakarta Maghrib, sebuah film yang mencoba menangkap suasana metropitan di saat sedang menuju kontemplasinya. Saat Maghrib

IMAN CUMA INGIN NUR

Bercerita tentang sepasang suami istri yang ingin “bercinta” di kala Maghrib tiba Diperankan oleh Indra Birowo dan Widi Mulia. Iman yang bekerja menjadi seorang satpam, setelah lembur beberapa hari dan pulang ke rumahnya, tidak tahan ingin “berkumpul” dengan istrinya. Namun selalu aja ada gangguan. Anaknya yang nangis terus, sampe usikan dari Ibu mertuanya. Maklum saja, Iman masih numpang di rumah mertuanya yang menjadi penjual tabung gas LPG. Lihat saja kamarnya, sampai-sampai double function sebagai gudang tabung gas LPG juga. Ke-senggol ranjang bergoyang, bisa gawat tuh tabung gas LPG pada jatoh. Hahaaa…..

ADZAN

Bercerita tentang seorang penjaga Mushola dan Preman (Sjafrial arifin dan Asrul Dahlan). Saya lupa siapa nama penjaga muhola-nya  si Bapak penjaga Mushola ini juga membuka warung kecil dekat masjidnya. Diceritakan kegiatan si bapak yang membersihkan mesjid menjelang maghrib, dan berbincang dengan Asrul si Preman kampung di warungnya. Ketika Maghrib menjelang dan si Bapak akan megumandangkan Adzan, tiba-tiba dia jatuh dan seketika meninggal di warungnya. Si Preman mabok ini akhirnya menggantikan si Bapak penjaga mesjid untuk Adzan di masjid, dan mengundang reaksi keras dari para penghuni kampung yang ingin menyerbu mendatanginya di Mesjid. Di film ini, dikisahkan keadaan mesjid di Jakarta yang sepi jamaah-nya.

MENUNGGU AKI

Disini banyak pemain film ternama ikut main, diantaranya Lukman Sardi, Ringgo, Desta, Fanny Fabriana, dan Lilis). Ceritanya kelima orang ini bertetangga, namun tidak saling mengenal satu sama lain. Tau sendiri lah Jakarta! Mereka baru berbincang banyak ketika menggu si Aki, tukang nasi goreng favorit mereka. Jarang-jarang mereka berkumpul, dikarenakan kebetulan Jakarta tidak lagi macet, dan mereka bisa sampai dirumah lebih awal. Lukman Sardi dan Desta ternyata bekerja di perusahaan yang sama. Ringgo berprofesi sebagai dokter. Fanny sebagai wartawan, dan Lilis pembantu rumah tangga. Disini diceritakan bagaimana mereka bahkan tidak kenal RT mereka yang baru, curhat kehidupan di kompleks yang terganggu dengan keberadaan PH (Production House) baru di lingkungan mereka dan akhirnya banyak yang nongkrong disitu. Lucunya, justru yang serba tahu si Lilis yang pembantu ini. Akhirnya mereka bubar seiring berlalunya waktu dan Maghrib menjelang. Serunya, kata Salman Aristo ketika ada sessie wawancara selepas film ini. Adegan film ini justru bukan diambil ketika Maghrib saja. Tanpa lampu, mereka hanya mengandalkan gerakan awan untuk mengambil nuansa Maghrib yang pas dengan setting cerita. Pas ketika Adzan maghrib berkumandang, take selesai! Hanya butuh sehari pembuatannya.

JALAN PINTAS

Bercerita tentang sepasang kekasih yang diperankan Reza Rahadian dan Adinia Wirasti,yang mencari jalan pintas menuju tempat kondangan. Bukannya cepat sampai (karena mereka harus bisa sampai sebelum Maghrib) malah nyasar kemana-mana. Tau sendiri jalan tikus di Jakarta seperti apa kan? Hehee… Selama perjalanan ini, menceritakana konflik si Adinia sama si Reza yang tak kunjung dipercaya untuk menikah oleh orang tua mereka karena dianggap belum mapan. Harap maklum, si cowo’ kerja serabutan, malah kuliah ga lulus-lulus. Akhirnya, mereka malah berantem. Dan si cowo’ didepak dari mobil si cewek. Karena ternyata, si cowo’ Cuma numpang di mobil kepunyaan Ayah si cewe’. Padahal di awal saya kira itu mobil si cowo’, karena dia yang nyetir. Hehee…

CERITA SI IVAN

Naaah….kalu cerita ini, jadi inget banget sama pengalaman waktu kecil. Anak kecil tidak boleh keluar Maghrib katanya, ntar bakal diculik Wewe Gombel! *Hiiiiy….. Dan ini pun berlaku pada si Ivan(Aldo Tansani). Dia yang pengen banget main PS sampai bolos dari sekolah, pas sampai rental PS, ternyata sudah full. Akhirnya dia takutin teman-temannya dengan cerita Setan itu, biar pada pergi. Walhasil, temannya pada kabur dan Ivan bisa puas bermain game. Namun ternyata, saat Maghrib menjelang , si Ivan malah takut pulang, terbawa cerita horror-nya sendiri 

BA’DA

Di akhir cerita ini, nantinya tokoh-tokoh yang ada di adegan diatas, dipertemukan dalam satu frame Ga usah cerita lengkap yaaa…gimana mereka bisa ketemu. Nanti kalau nonton ga bakalan seru jadinya 



OKTAVIANI ULFA

KPI 7C

(1174020125)

Selasa, 25 Desember 2018

Perbedaan Jurnalis Dan Wartawan

wartawan/jurnalis sebagai orang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/ dimuat di media massa secara teratur. Laporan itu lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet.
Istilah jurnalis, baru muncul di Indonesia setelah masuknya pengaruh ilmu komunikasi yang cenderung berkiblat ke Amerika Serikat. Istilah ini lalu berimbas pada penamaan seputar posisi-posisi kewartawanan, misalnya “redaktur” menjadi “editor.”

Jumat, 21 Desember 2018



Kegigihan Menjadi Ketua Umum KAMAJAYA Bandung


Mahasiswa adalah makhluk dalam tingkatan sosial yang satu-satunya menyandang gelar setara seperti Tuhan, “Maha”. Secara historical, mahasiswa bisa mendapat sandangan gelar itu karena pada masa awal-awal kemerdekaan Negara kita masih kental dengan yang namanya perjuangan, dan mahasiswa pada masa itu merupakan golongan pelajar yang turut serta berjuang bersama rakyat, berjuang untuk rakyat. Pemikiranlah yang menggerakan mahasiswa pada masa itu. Namun sekarang adalah era dimana perjuangan golongan pelajar tidak harus dilakukan dan bertujuan secara kasar bersama dengan rakyat. Era kekinian adalah era dimana mahasiswa sudah sedikit bergeser fungsi dan kehidupan sosialnya. Mahasiswa terbagi dalam dua stereotype yang berlawanan, mahasiswa aktivis dan mahasiswa kupu-kupu.
Rahmaturrizqi Hermawan adalah salah satu Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini sosok yang mampu mewakili tipikal dari mahasiswa aktivis. Pria tampan yang aktivis satu ini dalam perkuliahannya hampirlah selalu melakukan aktifitas dikampus kuliah dan ketika sudah pulang melanjutkan kegiatan rapat.  Pria rantau asal Jakarta  ini sangat aktif dalam kegiatan Intra di kampusnya, seperti organisasi daerah. Organisasi yang dia ikuti adalah KAMAJAYA (Keluarga Mahasiswa Jakarta Raya) Bandung bahkan tidak heran bahwa rizqi sangat terkenal di organisasi daerah lainnya. Karna kehebatan rizqi dalam berorganisasi,rizqi bisa menjadi 2 periode Ketua Umum di Organisasi Daerah itu . Organisasi yang di ikuti rizqi sampai kini sangat banyak di kenal mahasiswa-mahasiswa di Uin Sunan Gunung Djati Bandung , dan mendapat penghargaan karna telah menjadi ketua  umum yang berhasil membawa anggotanya untuk mengeksistansikan nama organisasi daerah tersebut.


REPORTER : OKTAVIANI ULFA 







   PORTOFOLIO MATA KULIAH JURNALISME DAKWAH


Nama   : Oktaviani ulfa
Kelas   : KPI 3C
Nim     1174020125

1.      Kesan pesan mengikuti matkul jurnallisme dakwah
Kesan saya selama mengikuti mata kuliah ini lumayan sangat melelahkan dan menantang, saya juga sangat berterimakasih. Dengan adanya mata kuliah ini saya jadi ngerti gimana cara mengirim opini,membuat berita,essay,feature,dan Resensi.Terimakasih untuk Dosen saya  yaitu Pak uwes atas ilmu yang bapak berikan ke saya,insyaallah apa yang bapak berikan ke saya akan selalu saya terapkan sampai saya sukses nanti amin.

2.      Kelebihan dan kekurangan matkul jurnalisme dakwah?
Kelebihan mata kuliah ini adalah memiliki banyak cara untuk menjadi penulis bila ada kemauan,sangat mudah untuk mengataui cara gimana sih kita mengirim opini,selain itu penjelasan yang diberikan cukup jelas sehingga anak-anak bisa menerapkan tugas yang diberikan. Kekurangan mata kuliah ini adalah deadline yang diberikan sangat lah butuh waktu, dan tidak semua berita yang dibuat oleh anak-anak bisa di terima ke media. Semoga dengan adanya kelebihan dan kekurangan ini bisa tetap menjadikan kita kepribadian yang lebih dewasa,pekerja keras,penyesuaian lingkunagan,lebih perduli dengan orang lain.

3.      Yang menjadi target mata kuliah jurnalisme dakwah ?
Target saya untuk mata kuliah ini sebenarnya ingin sekali hasil karya yang saya buat, bisa di publis di media,karna mungkin itu akan menjadi suatu kebanggan buat saya sendiri,Terimakasi.

KARYA
Dibawah ini Beberapa Karya-karya yang sudah di buat :

*      Kumpulan Opini yang dikerjakan
­- Petani Kesulitan Mendapat Air
            - Menganggap Penuhi Unsur Kedaruratan, MUI Bolehkan Penggunaan Vaksin MR
- Si kupu-kupu dan Si kura-kura
- Negeri Cicin Api 
- Peduli Gempa Dan Tsunami Di Palu 
- Perpanjangan Ganjil Genap 
- Mengelola Sampah di Jakarta


*      Kumpulan Liputan  Berita masjid
-          Sebelum magrib,anak-anak ikut pengajian dan sholat bersama.
http://www.dakwahpos.com/2018/11/sebelum-magribanak-anak-ikut-pengajian.html
-          Masjid Nurul Karim Adakan Pengajian Rutin Ibu-Ibu.

*       Essay (Lomba Karya Tulis yang diadakan Dadakan Oleh Diktis Kemenag)
-          Islam Yang Ideal

*      Tugas Feature
-Kegigihan Menjadi Ketua Umum KAMAJAYA Bandung

*      Resensi buku (Terbitan SIMBIOSA)
-          KOMUNIKASI ORGANISASI KONTEMPORER
https://oktavianiulfaanwar.blogspot.com/2018/12/tugas-kuliah.html 


*      Vidio Ceramah Singkat
-          Kenapa Begitu?
-          Apa itu Taubat?



TUGAS KULIAH


[RESENSI BUKU] KOMUNIKASI ORGANISASI KONTEPORER

BY OKTAVIANI ULFA _DESEMBER 22, 2018


Judul : Komunikasi Organisasi Kontemporer

Penulis : Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si

Penerbit : CV. Simbiosa Rekatama Media

Bahasa : Indonesia


Jumlah halaman : 172


Dalam satu darsawasa terakhir, karakter dan pola komunikasi dalam organisasi tampaknya sudah mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini karena globalisasi dan revolusi teknologi informasi telah menyediakan hardware (media atau perangkat komunikasi) dan software (nilai-nilai,metode, budaya) yang diadaptasi oleh para pelaku komunikasi organisasi sehingga antara organisasi menjadi semakin bebas,demokratis,dan egaliter.
Saat ini nyaris tidak ada organisasi bisnis yang dapat eksis tanpa pemanfaatan media digital. Bahkan , diprediksi kelak akan semakin Masif dan integratif pada perangkat high-tech (teknologi tinggi). Semua bisnis, mau tidak mau, harus mengadaptasi teknologi canggih tersebut. Untuk itu, tidak ada pilihan lain, semua organisasi  harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Masyarakat dituntut untuk lebih kreatif dan memiliki kompetisi baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Melalui buku ini, penulis berupaya menyajikan berbagai pandangan, teori,fakta, dan data penelitian hingga contoh-contoh  di dunia empiris yang dapat menggambarkan dinamika serta perubahan komunikasi organisasi, juga isu-isu yang sering dihadapi oleh organisasi,seperti perubahan organisasi, politik Organisasi, dan kepemimpinan. Penulis meramu isi buku ini dengan menyeimbangkan sumber-sumber referensi yang ada, baik dari ranah akademis maupun dunia praktis.
Buku ini akan menambah wawasan pembacanya, baik dari kalangan mahasiswa, akademisi, maupun para praktisi organisasi. Juga menjadi peringatan bagi para praktisi organisasi bahwa perubahan dunia yang saat ini sedang berlangsung sangat berpengaruh terhadap komunikasi organisasi. Kita tidak dapat menutup mata dengan perubahan tersebut.

Selasa, 30 Oktober 2018

Struktur Redaksi UTS Pengantar Ilmu Jurnalistik

Jabar Ekspres



Jakarta Ekspres

Tujuan Jakarta Ekspres
·         Memberikan informasi yang mendidik, membangun serta menghibur
·         Membangun sinergitas informasi antara masyarakat, pemerintah dan institusi bisnis
·         Menjadi koran untuk semua generasi

Fokusnya Jakarta Ekspres
·      Jakarta Ekspres memang bukanlah koran pertama di Jakarta. Tapi Jakarta Ekspres kini telah menjadi koran dengan tingkat kepercayaan tinggi dari pembaca. Ini karena kerja keras dari semua awak Jakarta Ekspres yang rata-rata berusia muda, Kreatif dan inovatif.
·       Jakarta Ekspres  terbit kali pertama 7 januari 2010. Tapi distribusinya makin lancar, penetrasi makin kuat, pelanggan terus tumbuh. Itu karena kami melakukan promosi yang kreatif.
·      Sebagai koran pendatang baru di Jakarta, Jakarta Ekspres sejak awal terbit sudah dilengkapi mesin cetak berkapasitas 26.000 eksemplar per jam.

Jakarta Ekspres Online sebagai edisi internet dari Harian Umum Jakarta Ekspres yang merupakan bagian dari grup media Jawa Pos. Jakarta Ekspres Online lahir dari semangat mewujudkan ketersebaran informasi di daerah-daerah seluruh jakarta.
(Berita Terkini) Festival Kuliner Terbesar Se- DKI Jakarta Digelar di Jakarta Akhir Pekan Ini

FESTIVAL kuliner terbesar di Jakarta hadir bagi para pecinta jajanan di Jakarta mulai Sabtu hingga Minggu 27-28 Oktober 2018.Bertajuk Pucuk Coolinary Festival, acara yang diselenggarakan di lapangan benteng,jakarta timur itu menargetkan 80.000 pengunjung dalam dua hari peneyelenggaraannya.
Pucuk Coolinary Festival menghadirkan lebih dari 100 jajanan kuliner yang terbagi dalam 3 zona rasa yaitu pedas, manis, dan gurih.Pengunjung bisa mendapatkan sensasi menjelajahi semua jajanan yang ada dalam acara ini. Para pecinta kuliner bebas menikmati kuliner favorit khas Jakarta.Pucuk Coolinary Festival memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda dengan gelaran festival kuliner yang lainnya. Selain bisa berwisata kuliner, para pengunjung yang datang ke acara ini juga disuguhkan dengan berbagai acara meriah dengan menghadirkan sejumlah musisi. Selain itu ada juga pembagian hadiah yang menarik selama gelaran festival kuliner tersebut Selama dua hari penyelanggaraan Pucuk Coolinary Festival, para pengunjung juga akan disuguhkan penampilan dari dua band lokal Jakarta yang tengah naik daun yaitu Angsa & Serigala pada Sabtu serta Mustache and Beard yang akan tampil pada hari kedua dalam acara tersebut.